Rabu, 21 Juli 2010

Hayabusa dan Asteroid Aphopis 2036


Teka-teki mengenai asteroid diharapkan terjawab dengan mendaratnya pesawat luar angkasa buatan Jepang, Hayabusa -- yang akan membawa sampel asteroid pertama ke Bumi. Contoh yang dibawa Hayabusa tentu saja yang belum terbakar atmosfer.

Satelit buatan Badan Antariksa Jepang atau Japanese Aerospace Exploration Agency (JAXA) ini menjelajah asteroid 25143 Itokawa sejak 2005. Hayabusa diharapkan mendarat di Australia Selatan, Minggu 13 Juni 2010. Para ilmuwan berharap contoh batu yang dibawa Hayabusa akan menjawab teka-teki, apa yang tidak kita ketahui tentang asteroid.

1. Asteroid mungkin akan menjelaskan asal usul tata surya

"Material dalam asteroid merepresentasikan bahan-bahan penyusun planet," kata wakil kepala penyidik dalam misi Dawn NASA, Carol Raymond. Posisi sabuk asteroid terletak di antara planet-planet dan gas raksasa di luar tata surya, sampel asteroid mungkin memberi petunjuk mengapa planet-planet yang ada memiliki ciri dan sifat yang beragam. Contohnya, meski asteroid Vesta dan planet kerdil Ceres diperkirakan terbentuk dalam waktu bersamaan -- antara 10 juta tahun pertama eksistensi tata surya -- keduanya memiliki komposisi yang berbeda. Vesta, di beberapa titik pernah meleleh dan kemudian mengeras kembali. Sedangkan Ceres tak pernah 'mencair'. Menurut Raymond, Vesta kemungkinan mengalami tubrukan berkali-kali atau mengalami peluruhan radioaktif. Dengan mempelajari asteroid, ilmuwan berharap bisa memecahkan misteri pembentukan tata surya.

2. Asteroid dapat membantu kita makin memahami asal-usul kehidupan

Para ilmuwan belum memahami sepenuhnya bagaimana bentuk kehidupan pertama muncul di muka bumi dari benda organik yang tak hidup. Asteroid diharapkan menjawab teka-teki itu. Asteroid, seperti 2 Pallas dan 10 Hygiea -- yang diyakini pernah memiliki kandungan air diperkirakan memiliki senyawa organik (berbasis karbon). Saat ini, asteroid-asteroid itu memiliki komposisi yang lebih primitif dari Bumi -- mereka lebih mirip kondisi yang ada di tahun-tahun awal tata surya. Dengan mempelajari asteroid, kita dapat belajar tentang bagaimana kehidupan muncul di planet kita sendiri.

"Ada asteroid yang kondusif untuk kehidupan di masa lalu," kata Raymond.

Juga, para ilmuwan berpendapat asteroid yang mendarat di Bumi di masa lalu memiliki kontribusi pembentukan kehidupan di Bumi.

3. Kita mungkin bisa menambang logam di asteroid

"Asteroid bisa jadi sumber logam berharga," kata Carol Raymond. Namun, untuk memastikan ada material yang bisa ditambang, kita harus mengetahui komposisi asteroid dan aspek teknik dari perjalanan ke asteroid. Selain alasan ekonomis, tambang, asteroid juga menarik untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Sebab, dengan membandingkan asteroid dengan planet-planet, kita seakan mengambil irisan tata surya di waktu-waktu yang berbeda selama masa pembentukannya.

4. Asteroid bisa mengancam Bumi

Beberapa asteroid mengorbit di sekitar matahari dalam lintasan berbentuk oval memanjang -- asteroid bisa melewati orbit Bumi berkali-kali. Kadang asteroid sangat dekat dengan Bumi. Misalnya pada januari 2010, asteroid 2010 AL30 -- yang lebarnya 11 meter -- melintas hanya dalam jarak 80.000 mil atau 130 ribu kilometer dari Bumi. Yang lebih mengkhawatirkan adalah Asteroid Aphopis yang diperkirakan sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2036. Meski NASA memprediksikan Aphopis masih dalam jarak aman, 18.300 kilometer di atas permukaan bumi, ukuran asteroid itu dua kali lapangan sepakbola. Meski kemungkinan kecil membuat kerusakan global ala film-film Hollywood, asteroid ini dikhawatirkan akan menimbulkan bencana regional di Bumi.

5. Kita bisa menjelajahi asteroid

Pada April lalu, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengumumkan visi penjelajahan luar angkasa Amerika Serikat, mengunjungi asteroid pada 2025. Sementara, astrofisikawan sekaligus mantan astronot, John Grunsfeld mengatakan, tujuan dari proyek itu kemungkinan adalah mengirim manusia ke asteroid untuk memindahkan asteroid atau membelokkan arah geraknya. Jika bisa dilakukan, itu adalah prestasi, menunjukkan kecerdasan yang dimiliki manusia bisa menghindarkan malapetaka bagi Bumi.

"Dengan pergi ke asteroid terdekat dengan Bumi, atau bahkan mengendalikan arah geraknya, kita akan menunjukkan bahwa manusia bisa berbuat banyak daripada dinosaurus 65 juta tahun yang lalu," kata Grunsfeld.

Seperti diketahui, spesies dinosaurus musnah, diduga kuat akibat tumbukan satu atau lebih asteroid.

Viva News

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;